Ada Dooprize, Setelah Bulan RAMADHAN Berakhir !!!

بسم الله الرحمن الرحيم

Tidak terasa, waktu begitu cepat berlalu, dan bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan berlalu sudah. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang celaka karena tidak mendapatkan pengampunan dari Allah Ta’ala selama bulan Ramadhan, sebagaimana yang tersebut dalam doa yang diucapkan oleh malaikat Jibril ‘alaihissalam dan diamini oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni (oleh Allah Ta’ala )1.

Salah seorang ulama salaf berkata: “Barangsiapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan-bulan lainnya”2

Maka sebagaimana kita membutuhkan dan mengharapkan rahmat Allah Ta’ala di bulan Ramadhan, bukankah kita juga tetap membutuhkan dan mengharapkan rahmat-Nya di bulan-bulan lainnya? Bukankah kita semua termasuk dalam firman-Nya:

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيد}

Hai manusia, kalian semua butuh kepada (rahmat) Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS Faathir: 15).

Inilah makna istiqamah yang sesungguhnya dan inilah pertanda diterimanya amal shaleh seorang hamba. Imam Ibnu Rajab berkata: “Sesungguhnya Allah jika Dia menerima amal (kebaikan) seorang hamba maka Dia akan memberi taufik kepada hamba-Nya tersebut untuk beramal shaleh setelahnya, sebagaimana ucapan salah seorang dari mereka (ulama salaf): Ganjaran perbuatan baik adalah (taufik dari Allah Ta’ala  untuk melakukan) perbuatan baik setelahnya. Maka barangsiapa yang mengerjakan amal kebaikan, lalu dia mengerjakan amal kebaikan lagi setelahnya, maka itu merupakan pertanda diterimanya amal kebaikannya yang pertama (oleh Allah Ta’ala), sebagaimana barangsiapa yang mengerjakan amal kebakan, lalu dia dia mengerjakan perbuatan buruk (setelahnya), maka itu merupakan pertanda tertolak dan tidak diterimanya amal kebaikan tersebut”3.

Perbanyaklah memohon ampunan pada Allah SWT  dan tetap istiqamah menjalankan ibadah di bulan-bulan setelah ramadhan. Untuk tetap istiqamah tentu ada amalan-amalan yang mesti kita jaga. Nah, amalan apa saja yang dapat kita lakukan setelah Ramadhan? Mari kita simak.

1. Tetap menjaga sholat lima waktu dan berjamaah

Di bulan Ramadhan, banyak orang yang mendadak rajin sholat dan masjid-masjid jadi penuh. Entah karena terbawa atmosfir sekitar atau yang benar-benar sadar hendak memperbaiki ibadahnya. Hal tersebut menjadi pertanda dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka pada bulan Ramadhan. Hal ini tentunya tidak ditinggalkan begitu saja setelah Ramadhan berlalu. Jangan sampai sholat lima waktu dan berjamaah di masjid (bagi laki-laki) hanya jadi formalitas saat Ramadhan.

2. Memperbanyak puasa sunnah

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan keutamaan puasa sunnah sebagai berikut, “Maukah kutunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai,…” (HR. Tirmidzi). Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka. Puasa sunnah yang dapat dilakukan misalnya, puasa syawal, puasa ayyamul bid, puasa senin/kamis, puasa arofah, puasa asyura, puasa sya’ban atau puasa daud.

3. Puasa enam hari di bulan Syawal

Dari Abu Ayyub Al Anshoriy, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim). Berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan menyempurnakan ganjaran berpuasa setahun penuh. Puasa Syawal dan puasa Sya’ban seperti halnya shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib.

4. Menjaga sholat malam

Jika dibulan Ramadhan kita rajin sholat malam seperti tarawih, witir, dan tahajud, di hari-hari biasa kita sebaiknya tetap melakukan sholat tahajud minimal dua rakaat. Orang yang melakukan shalat malam dijamin masuk surga dan selamat dari adzab neraka. Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia! Sebarkanlah salam, jalinlah tali silturahmi (dengan kerabat), berilah makan (kepada istri dan kepada orang miskin), shalatlah di waktu malam sedangkan manusia yang lain sedang tidur, tentu kalian akan masuk ke dalam surga dengan penuh keselamatan.” (HR. Tirmidzi).

5. Amalan yang dilakukan terus-menerus.

Lakukan amalan yang sanggup kita lakukan secara terus-menerus walaupun sedikit. Misalnya amalan sunnah yang dapat kita lakukan adalah sholat malam walaupun hanya dua rakaat, atau hanya puasa senin/kamis, itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bebanilah diri kalian dengan amal sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah).

Itu dia amalan-amalan yang dapat kita jaga di hari-hari biasa setelah bulan Ramadhan. Semoga kita termasuk orang yang selalu mendapat taufik Allah dan dimudahkan untuk istiqamah. Semoga bermanfaat.

1 HR Ahmad (2/254), al-Bukhari dalam “al-Adabul mufrad” (no. 644), Ibnu Hibban (no. 907) dan al-Hakim (4/170), dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, adz-Dzahabi dan al-Albani.

2 Dinukil oleh imam Ibnu Rajab dalam kitab “Latha-iful ma’aarif” (hal. 297).

3 Kitab “Latha-iful ma’aarif” (hal. 311).

Tinggalkan Balasan