Sejarah Tegaknya Miftahul Huda Al-Faqih

   معهد مفتاح الهدى الفقيه الاسلامي

  1. NAMA PESANTREN

Pesantren Miftahul Huda al-faqih adalah sebuah lembaga pendidikan islam  yang memiliki gabungan dua nama yaitu *nama pertama diambil dari nama Pondok Pesantren Pusat Miftahul Huda dikarnakan pendiri miftahul huda al-faqih ini masih memiliki sanad keluarga dengan pendiri miftahul huda pusat (cucu dari Pendiri Pesantren Pusat) sedangkan nama al-faqih sendiri diambil dari nama Waqif pertama tanah yang sekarang sudah tegak berdiri bangunan pesantren yaitu nama dari Eyang H. Faqih almarhum almarfullah,

Nama Miftahul huda sendiri dapat diartikan sebagai kunci petunjuk arti ini sesuai dengan yang dimaksudkan oleh KH.Choer Affandi almarhum almarfullah (pendiri miftahul huda pusat), yang dimana pondok pesantren menjadi sarana mencapai untuk mardhatillah/ridha allah swt,

Sedangkan untuk nama Al-faqih sendiri yaitu memiliki arti seseorang yang mengerti terhadap ilmu fiqih, setiap dari umat muslim diwajibkan beribadah kepada allah swt, dan shalat merupakan salah satu peribadahan tersebut, apabila orang yang melaksanakan shalat tidak memiliki ilmunya maka sia-sialah ibadah tersebut, ilmu fiqih merupakan dasar dari pemahaman terhadap bagaimana cara kita melaksanakan kewajiban sehari-hari,

  1. DASAR

Pesantren Miftahul Huda al-faqih pada dasarnya didirikan dengan Isyarat dari Pendiri Pesantren Miftahul Huda Pusat ( Uwa Ajengan) ketika Beliau bersama Ikhwannya alm. KH. Sholeh Iskandar dari Bogor pada tahun 70-an sedang melewati tanah milik alm.

Eyang H. Faqih (Anshor Uwa Ajengan yang kemudian menjadi Besan) di daerah Cilambu ds. Kalimanggis Manonjaya. Kemudian beliau berkata kepada Eyang H. Faqih : Bahwa tanah ini kelak akan berdiri Pesantren.

Kata-kata itu cukup jadi perhatian dan pemikiran alm. Eyang H, Faqih dan al-hamdulillah direncanakan dilaksanakan oleh al-Mukarrom almarhum almarfullah KH. Enjang Sukanda (yang merupakan anak dari alm. Eyang H.Faqih) dan al-Mukarromah Ny. Hj. Dali Mutiara (istri dari mendiang alm.KH. Enjang Sukanda) pada tahun 1999 dengan modal awal uang dari hasil menjual mobil Kijang bak.

  1. PEMBANGUNAN

Bangunan pertama adalah ruang madrasah ukuran 18x6m² dua lantai. Lantai pertama untuk madrasah lantai kedua dijadikan 6 kamar bersebelahan untuk asrama putra dan asrama putri.

Dari semenjak awal tahun 2000 alhamdulillah Pesantren ini sudah mulai ramai diisi dengan Pendidikan Madrasah Diniyyah dan Taman Pendidikan al-Quran juga jamaah Majlis Ta’lim dan  pada bulan Oktober 2001 diresmikan oleh Bupati Bapak Suljana SH.

Pada tahun itu pula KH. Ahmad Syafi’i beserta keluarga ditugas orang tua untuk tinggal di pesantren ini

mengawali Pembukaan Pesantren Kilat Romadlon dan bertinggal di Asrama atas, bersama sekitar 200 santri Diklat demikian pula diramaikan dengan Sholat Tarawih dan Kuliah Shubuh.

Setelah selesai kegiatan Diklat Romadlon KH. Ahmad Syafi’i kembali ke Pesantren Pusat tetapi Orang tua beliau menasehatinya” Tong balik bisi teu aya anu ngimaman Taraweh”. Dan menjelang malem Iedil fitri Orang tua beliau berkata lagi : Jangan pulang! Pimpin Takbir Takbir dan sholat Iedil fitri. Dan selanjutnya KH. Ahmad Syafi’i berserta keluarga ditugasi langsung Hijrah dan menetap dari pesantren Miftahul huda pusat ke Miftahul huda al-faqih ini pada bulan Syawwal/November 2001 dan tinggal bersama keluarga di Saung ukuran 5×7 m² tanpa dibekali seorang santri pun kecuali dua santri laki-laki dan seorang santri putri yang tinggal bersama di rumah (Mutawassilin) padahal sebelumnya pernah dipersilahkan membawa santri (murid kelas) dari Pesantren Pusat dan pada saatnya Keluarga Pusat melatih dan mendidik KH. Ahmad Syafi’I berserta keluarga untuk bertawakkal tanpa dibekali seorang santri.

Dengan berbekal Lillahi Ta’aala disertai keyakinan akan pertolongan Alloh SWT KH. Ahmad Syafi’i bersama keluarga tidak merasa kecil hati karena tidak punya santri Muqim melainkan bangga karena bisa kumpul bersama santri dari lingkungan Pesanten Miftahul Huda Al-faqih  mereka dinamai santri Mustaothin. KH. Ahmad Syafi’i bersama keluarga melayaninya seperti santri Muqim ( yang datang dari luar lingkungan dan menetap di Pesanten).

Pada tahun itu KH. Ahmad Syafi’i bershilaturahmi ke Kepulauan Riau dan Batam menemui alumnus Pesantren Miftahul Huda sdr. Ust. Wawan Hidayat bersama Jamaahnya. Diantara Jamaahnya ada yang menyusul ke Tasikmalaya untuk belajar di Pesantren Miftahul Huda Al-faqih yaitu sdri Yuli, Tanti, Ais, Risti, Eko Yudianto

Dari sinilah mulai Miftahul Huda Al-faqih memiliki santri Muqim.

Bersamaan dengan dibukanya SMP Islam Plus Ar Ruzhan Kami mulai menyebarkan edaran Brosur Ikhbarul Ma’had menyampaikan informasi tentang Pesantren Miftahul Huda Al-faqih ini dan alhamdulillah berdatanglah banyak santri dari berbagai daerah di pelosok tanah air Indonesia ini seperti dari Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Sumedang, Bandung, Cianjur, Bogor, purwakarta, Jakarta, Sumatera kep. Riau, Batam dan sebagainya.

Pada setiap tahunnya Alhamdulillah banyak santri yang datang dari berbagai daerah di tanah air tidak kurang dari 100 santri baru dan pada tahun ajaran baru 2010 alhamdulillah telah mendaftar sebanyak 120 santri baru dari tiap tingkatan SD, SLTP, SLTA dan PT.

Alhamdulillah Pada tahun 2015 Miftahul Huda Al-faqih mendirikan sekolah menengah pertama (SMP) berbasis islam terpadu yang bertempat di bangunan yang dahulu dijadikan sebagai asrama putra, sebagian besar guru-guru di Miftahul Huda Al-faqih telah berpendidikan S1 dan berpengalaman didalam KBM, dengan berdirinya sekolah SMP IT Al-Faqih ini diharapkan dapat menghindari dari pergaulan bebas anak-anak remaja yang terpengaruh oleh jaman Globalisasi yang semakin parah dampaknya

Disusul Pula pada tiga tahun berikutnya tahun 2018, didirikannya Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) Islam terpadu, Dan Alhamdulillah meskipun ini SMA angkatan pertama tapi sudah bisa membuka dua kelas perjurusan, yaitu kelas MIPA dan IPS, Guru-guru yang mengajar disini pula hampir rata-rata mahasiswa lulusan dari Universitas Siliwangi, Sisem pembelajarannya mengikuti standar kompetensi, yaitu Kurtilas dengan berbasis kepesantrenan

MATA PELAJARAN KEPESANTRENAN

Pesantren Miftahul Huda ALFAQIH sekalipun mayoritasnya adalah santri Kholafy tetapi Kurikulum, Pelajaran dan Methodanya sama dengan Pesantren Miftahul Huda Pusat dimana ciri khas Salafiyah tetap dipertahankan hanya saja beda dalam jadwal penerimaan santri baru, jadwal belajar dan jadwal semester disesuaikan dengan Jadal sekolah yakni mengkaji kitab-kitab kuning (klasik) dengan sistem pendidikan semi formal yang berjenjang dan dipandu dengan kurikulum dan silabus yang disusun oleh pendiri. Masing-masing jenjang ditempuh selama 3 tahun dengan materi pelajaran sebagai berikut :

 

TINGKAT IBTIDA

KELAS 1 (SATU) KELAS 2 (DUA) KELAS 3 (TIGA)
Tauhid Rancang Jurumiyah Shorof Kailany
Fiqhul Wadlih Safinatunnajja Riyadlul Badi’ah
Syahadatain Tijan Addaruri Majmu’atul ‘Aqidah jilid 1-2
Tarikh Rancang Khulashoh jilid2 Khulashoh jilid3
Wiridan & Istighotsah Akhlaq lil Banain/Banat jilid 1 Akhlaq lil Banain/Banat jilid 2-3
Sholat Fardlu Tasrifan Qiyasan
Qur’an Tajwid Hadits Arba’in
Tajwid Bahasa Arab jilid Bahasa Arab jilid
Bahasa Arab jilid Hafalan Jurumiyah Pengulangan Jurumiyah
Hafalan Juz ‘Amma Hafalan juz ‘Amma

 

TINGKAT TSANAWI

KELAS 1 (SATU) KELAS 2 (DUA) KELAS 3 (TIGA)
Alfiyah ibn Malik Alfiyah Ibnu Malik Jauhar Maknun
Bajuri jilid 1-2 Fathul Mu’in jilid 1-2 Khoridatul Bahiyyah
Kifayatul ‘Awwam Jauhar Tauhid Fathul Mu’in jilid 3-4
Tafsir Jalalain Waroqot
Riyadlus-sholihin Isti’arah Latho’iful ‘Isyaroh
Kifayatul Atqiya Mantiq Kifayatul Akhyar
Pengulangan Shorof Kailany HafalanMantiq, Isti’arah
Hafalan Matan Alfiyah Pengulangan Mantiq
Hafalan Jauhar Maknun

TINGKAT MA’HAD ‘ALY

KELAS 1 (SATU) KELAS 2 (DUA) KELAS 3 (TIGA)
Ghoyatul Wushul Jam’ul Jawamy jilid 1 Jam’ul Jawamy jilid 2
‘Uqudul Juman ‘Uqudul Juman Fathul Wahab
Fathul Wahab Fathul Wahab Asybah Wannadzo’ir
Asybah Wannadzo’ir Asybah Wannadzo’ir Bidayatul Mujtahid
Bidayatul Mujtahid Bidayatul Mujtahid Ihya ‘Ulumuddin
Ihya ‘Ulumuddin Ihya ‘Ulumuddin

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *